Antara Undangan Gideon dan Instruksi Plt Ketua Golkar, Mana yang Harus Dipatuhi?

0
245

Kupang, NTT

Pasca pemberhentian sementara Gideon Mbilijora dari jabatan Ketua DPD II Partai Golkar Sumba Timur, yang digantikan dengan Plt. Ketua DPD II Partai Golkar Sumba Timur, Liby Sinlaeloe, muncul dua (2) surat pada hari yang sama ditujukan kepada objek yang sama pula yakni ketua partai Golkar kecamatan se Sumba Timur.

Surat “Cinta” Gidion Mbilijora, tertanggal 8 Januari 2019, kepada seluruh ketua Golkar kecamatan se kabupaten Sumba Timur, berupa undangan rapat pleno menyikapi pemecatan dirinya dari jabatan ketua DPD II Sumba Timur.

Dikeluarkannya surat undangan tersebut menurut Gidion agar kebersamaan dan persekutuan yang dijalin selama ini tetap terjaga, sambil membahas soal SK pemberhentian terhadap dirinya. Apalagi menurutnya SK pemberhentian tersebut sudah menyebar di medsos tetapi belum sampai di tangannya.

“Dalam rapat besok, kita pelajari dasar pemberhentian itu apa saja, kesalahan fatal apa saja baru bisa kita tentukan sikap”, tegas Gidion kepada Wartawan via pesan WhatsApp, Selasa (8/1/2019) malam.

Sementara, Plt. Ketua Golkar Sumba Timur, Liby Sinlaeloe, ketika diminta tanggapannya terkait surat undangan yang dilayangkan Gidion Mbilijora kepada seluruh ketua Golkar kecamatan se kabupaten Sumba Timur, tidak merespon.

Namun selang beberapa saat, sebuah surat dengan tanggal yang sama dan tujuan yang sama berisi instruksi yang berasal dari Plt. ketua Golkar Sumba Timur, soft copynya dikirim ke redaksi Metrobunanews.com.

Aneh bin ajaib tapi nyata. Dua surat di hari yang sama dengan tujuan yang sama, tetapi isinya bertolak belakang.

Satu surat isinya undangan rapat pleno, sementara satunya lagi berupa Instruksi untuk tidak melakukan kegiatan apapun sambil menunggu kepastian konsolidasi oleh Plt Ketua dan Sekretaris Golkar Sumba Timur.

Surat mana yang harus dipatuhi? Entahlah, semua kembali kepada pengurus dan simpatisan Golkar Sumba Timur. Undangan atau Instruksi? (MBN01)