Pemerintah Irak Resmi Tetapkan Natal Sebagai Hari Libur Nasional

0
197

Jakarta, Indonesia

Pemerintah Irak resmi mengesahkan Hari Raya Natal sebagai Hari Libur Nasional.

Kabinet Irak menyetujui amandemen undang-undang libur nasionalnya yang menciptakan undang-undang resmi baru untuk Hari Natal, menurut laporan yang dikutip dari Daily Mail, 26 Desember 2018.

Sebelumnya, Hari Natal telah ditetapkan sebagai hari libur keagamaan hanya untuk komunitas Kristen Irak, tetapi amandemen memperluas liburan untuk semua orang berbagai penganut keyakinan.

“Selamat Natal untuk warga Kristen kami, semua warga Irak dan semua yang merayakan di seluruh dunia,” tulis pemerintah Irak di Twitter.

“Kami menyampaikan harapan terhangat kami kepada orang-orang Kristen di Irak dan di seluruh dunia untuk Natal yang sangat bahagia dan damai,” tambahnya.

Irak adalah negara Muslim 95 persen, di mana 66 persen adalah Syiah dan 29 persen Sunni.

Diperkirakan hanya ada sekitar 300.000 orang Kristen yang tersisa di negara itu, yang sebagian besar di antaranya adalah etnis Asyur yang berbahasa Aram.

Ada juga komunitas Armenia, Kurdi, Arab, dan Turkistan Irak dengan jumlah lebih sedikit.

Sebelum invasi negara-negara barat ke negara itu pada 2003, umat Kristen Irak berjumlah sekitar 1,4 juta, tetapi serangan kekerasan memaksa ratusan ribu orang melarikan diri, baik ke Kurdistan Irak atau lebih jauh ke luar negeri.

Mereka juga mengalami penganiayaan atas dasar agama oleh ISIS dalam beberapa tahun terakhir.

Umat Kristen yang tinggal di bawah kendali ISIS diperintahkan untuk membayar pajak yang besar, masuk Islam, bahkan dibunuh.

Ratusan orang Kristen Irak menggelar doa-doa mereka di seluruh negeri di bawah keamanan ketat Natal ini.

Umat Katolik bergabung bersama untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus di Gereja St George Kasdim di Baghdad.

Perayaan misa Natal juga berlangsung di gereja al-Tahira al-Kubra dan Gereja Mar Addai Chaldean, keduanya di kota Asyara, Qaraqosh, sekitar 13 kilometer sebelah timur Mosul, Irak.

Sumber : Tempo.co