Hukrim

Gara – gara Dana Bos, Kepsek dan Bendahara SDI Liliba Berstatus Tersangka

Bagikan :

Kupang, NTT

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda NTT resmi menetapkan Kepala Sekolah (Kepsek) SDI Liliba, Kota Kupang berinisial R menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2017.

Selain kepala sekolah, polisi juga menetapkan bendahara SDI Liliba berinisial Y sebagai tersangka.

“Tersangka me-markup harga dan markup volume barang serta pembelanjaan fiktif,” ujar Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus, Kompol Manang Soebeti dalam konferensi pers di Mapolda NTT, Senin (11/12/2018).

Akibat perbuatan tersangka, negara mengalami kerugian negara sebesar Rp.149.622.181.

Polisi menyita barang bukti dari kedua tersangka berupa 1 buah dokumem rencana kerja anggaran sekolah (RKAS) tahun 2017, 1 buah RKAS tahun 2018, 1 buah box dokumen pengelolaan pertanggungjawaban dana BOS SDI Liliba triwulan I, II, III dan IV tahun 2017, 1 buah box dokumen pengelolaan dan pertanggungjawaban dana BOS SDI Liliba triwulan I dan II tahun 2018 dan uang sebesar Rp.50 juta dari tangan kepala sekolah.

Lebih lanjut Mananh mengatakan menjelaskan Kedua tersangka saat ini telah ditahan di sel Mapolres Kupang Kota, menunggu pemeriksaan lanjutan.

Saat ini, kata Manang, polisi telah memeriksa 21 saksi dan meminta audit kerugian keuangan negara kepadaa inspektorat Propinsi NTT.

Kedua tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana jo pasal 55 ayat Ke-1e KUHPidana. (MBN01/DT)

46 Views
Bagikan :

Baca Juga:  Polisi Bekuk Spesialis Perampok Rumah Mewah di Jakarta Barat