28 Fotografer Berlomba, Megasari “Mandi Cahaya”

0
159

Kupang, NTT

Anak muda kreatif kota kupang, dengan kreatifitas tanpa batas, kembali membuat gebrakan baru di dunia fotografi dengan menggelar lomba foto di Sotis hotel, Sabtu (8/12/2018).

Kegiatan tersebut terbilang unik, betapa tidak, para pelukis cahaya (Fotografer, red) biasanya memotret talent atau model profesional dengan berbagai tema menarik.

Namun dalam lomba foto yang diikuti 28 Fotografer Kota Kupang, model yang disuguhkan penyelenggara ternyata bukan seorang model tetapi seorang politisi muda yang anggun.

Perempuan multi talenta pemilik nama lengkap R. Riesta Ratna Megasari, harus berpose layaknya seorang model profesional dan “disiram” cahaya blits para fotografer.

Di sela – sela lomba, seorang panitia, Jamez Radar, kepada metrobuananews.com mengatakan kompetisi kali ini berbeda dengan kompetisi pada umumnya.

“Model yang kami pakai ini kan orang awam, bukan model yang sudah biasa di depan kamera, sehingga Fotografer harus bisa mengatur posenya untuk menghasilkan foto yang bagus. Ini sebuah tantangan”, kata Jamez.

Menurut Fotografer Sony Alpha Indonesia itu, untuk memotret model yang notabene seorang calon anggota legislatif maka fotografer harus bisa mengarahkannya untuk mendapatkan foto yang elegan dan berwibawa tetapi tetap anggun.

“Fotografer harus mampu mengeluarkan aura caleg ini. Yang menjadi penilaian kami adalah enggel foto, proses editing yang natural”, tandas Jamez.

Jamez Radar/ Fotografer 

Terpisah, Ketua Panitia, Nurshyawati, kepada awak media megatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberi ruang kepada para fotografer untuk bisa lebih mengembangkan kreatifitas mereka.

“Dengan cara ini kita menghidupkan kreativitas fotografer”, ujar Wati sedikit diplomatis.

Lebih lanjut, Wati menjelaskan, para peserta lomba tidak dipungut sepeserpun sebagai biaya registrasi.

“Semua Free, bahkan kami siapkan snack dan makan malam buat peserta”, kata Wati sembari mengurai senyum.

Terkait tingkat kesulitan dalam pengambilan gambar, seorang Fotografer asal Kelapa Lima Kupang, Andre, mengatakan tidak ada kesulitan yang berarti saat memotret.

“Saya biasa foto street, obyeknya foto itu tidak bisa kita atur sehingga butuh ketajaman naluri untuk melihat enggel yang menarik, tapi kalau ini gampang saja karena kita bisa atur modelnya”, ujar Andre.

Andre yakin akan memenangkan kompetisi foto caleg tersebut.

“Harus optimis menang”, tegasnya.

Usai “mandi cahaya” (foto, red), Mega, begitu sapaan akrab R. Riesta Ratna Megasari, mengaku banyak hal positif yang ia peroleh dalam kompetisi itu.

“Dipercaya jadi model foto caleg hari ini, membuat saya lebih menghargai adik – adik yang berprofesi sebagai model dan fotografer, bahwa bukan hanya jepret – jepret dan berpose tetapi ada nilai seni, ada manejemen waktu, mood, dan itu tidak mudah”, urai Mega.

Lebih lanjut, owner M2 eterprise itu mengatakan menjadi seorang model dalam sebuah kompetisi foto benar – benar dituntut untuk profesional dan mampu menyesuaikan diri dengan Fotografer.

“Tiap Fotografer punya karakter danciri khas sendiri, punya imajinasi sendiri, sehingga kita dituntut untuk mengikuti apa yang fotografer arahkan. Itu gampang – gampang sulit, tetapi saya melihat ini sebagai tantangan sehingga saya nikmati”, tandas Mega.

R. Riesta Megasari

Terkait tujuannya berlaga dalam kontestasi politik pemilihan legislatif provinsi NTT, Mega mengatakan para pelaku ekonomi kreatif membutuhkan regulasi yang berpihak kepada mereka dan karena itu sebagai seorang enterpreneur ia teranggil untuk memperjuangkan hal itu.

“Saat ini ada begitu banyak anak muda yang punya bakat menyanyi, fotografi, MC, dan masih banyak lagi potensi, nah… jika saya dipercaya menjadi legislator, yang akan saya perjuangkan adalah ekosistem kreatif karena pelaku ekonomi kreatif butuh ekosistem kreatif”, jelas caleg provinsi NTT dapil Kota Kupang, nomor urut 6. (MBN01)