Sopi akan Diproduksi Besar – besaran di Sabu Raijua dan Rote Ndao

0
2762

Kupang, NTT

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor B Laiskodat, saat Rapat Kerja dengan para Bupati, Camat dan Kepala Desa di Milenium Ballroom, Selasa (4/12/2018) mengatakan untuk memggenjot perekenomian NTT, akan memproduksi minuman berakohol tradisional Jenis Sopi.

“Kita produksi besar – besaran dengan cita rasa yang baik, kita kirim ke luar negeri”, kata Gubernur Laiskodat.

Menurut Laiskodat, kabupaten Sabu Raijua dan Rote Ndao memiliki potensi yang sangat besar, karena memiliki pohon Lontar yang sangat banyak.

“Jumlah Lontar yang ada di 2 Kabupaten ini sama banyak dengan jumlah manusia yang ada di sana, ini potensi yang harus dimaksimalkan, dua daerah ini akan menjadi penghasil Sopi terbaik”, kata Laiskodat.

Untuk menghasilkan Sopi yang berkualitas, pihaknya berencana untuk melibatkan tenaga yang ahli di bidang tersebut.

“Ini kita lakukan untuk menghasilkan minuman yang berkualitas. Namanya kita ganti jadi Sophia, biar lebih menarik”, ujarnya.

Dia meminta para Kepala Desa untuk memanfaatkan badan usaha milik desa (Bumdes) dalam pengembangan potensi daerah khususnya produksi Sophia.

“Kita harus bangun ekonomi NTT, dengan cara ini kita memberdayakan para petani penyadap Lontar, juga menghidupkan ekonomi di desa”, pungkas Gubernur Laiskodat.

Para Kepala Desa dari kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, serius mengikuti Raker

Dia menyadari bahwa dengan melegalkan miras akan menuai kritikan dari berbagai pihak, tetapi pihaknya berkomitmen untuk terus memaksimalkan semua potensi yang mampu mendongkrak ekonomi masyarakat NTT.

“Saya tidak melarang orang demo, silahkan asal jangan rusuh, tetapi saya tidak akan terima orang demo, saya lebih baik bekerja membangun NTT”, tutup Laiskodat.

Pantauan media, para Kepala Desa, Camat dan Bupati yang hadir dalam rapat tersebut serius menyimak setiap kalimat yang disampikan oleh Gubernur. (MBN01)