OJK Akan Berantas ‘Penjahat’ di Industri Keuangan

0
50

Kupang, NTT

Untuk menciptakan iklim yang sejuk bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan berbagai strategi akan memberantas ‘penjahat’ di industri keuangan.

“Kami akan membuka fasilitas yang namanya perusahaan efek daerah, ini untuk memfasilitasi dan menjadi perpanjangan tangan dari OJK untuk memberikan literasi kepada masyarakat’, kata Djustini Septiana, Deputy Commisioner Capital Market Supervisor OJK pusat saat konfrensi pers di kantor OJK NTT, Kamis (29/11/2019).

Dia menjelaskan, berdasarkan survei indeks literasi keuangan tahun 2016, index pasar modal nasional sebesar 4,4%, meningkat dari sebelumnya di tahun 2013 yaitu sebesar 3,79%, artinya mengalami peningkatan sebesar 0,61%.

“Kalau masalah literasi kita masih dibawah 4 persen, sedangkan iklusinya sendiri lebih dibawah lagi yakni 1,4%. Apa yang kita khawatirkan di sini adalah penipuan terhadap masyarakat”, jelasnya.

Lebih lanjut Djustini mengatakan, OJK berkomitmen untuk memberikan kenyamanan berinvestasi bagi masyarakat.

“Akan kami bendung, kami berantas penjahat – penjahat di bidang industri keuangan, terutama daerah yang berpotensi menjadi investor”, tegasnya.

Menurutnya selama ini masyarakat sering ditipu oleh berbagai investasi bodong.

“Untuk mendeteksi bahwa produk tersebut benar – benar produk pasar modal, yang pertama dilihat dari sisi legalnya”, ujar Djustini.

Dia mencontohkan, seringkali pihak – pihak tertentu mengatakan ekspertnya terdaftar di OJK tetapi produknya belum tentu.

“Misalnya, salah satu perusahaan atau atau agen penjual broker dealernya terdaftar dan mengajukan produk investasi yang legal kemudian melihat ini sukses biasanya membuat produk berikutnya dengan menggunakan fasilitas tadi padahal ini yang bodong. Ini jangan sampai terjadi”, terang Djustini.

Menurut Djustini, lebih dari Rp200 triliun dalam kurun waktu 10 tahun masyarakat Indonesia sudah ditipu oleh investasi bodong dengan bermacam – macam modus operandi.

“Saya berharap ini tidak terjadi di Kupang”, pungkasnya.

Ini yang mendorong OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi untuk mengedukasi masyarakat agar mereka tahu bahwa masih ada begitu banyak orang – orang jahat. (MBN01)