Tim Undana Melatih Manajemen 3K Dua Sekolah di Kabupaten Kupang

0
647

Metrobuananews.com | Kupang – Untuk mengatasi permasalahan peserta didik di sekolah-sekolah dasar di Kabupaten Kupang yang tidak ramah lingkungan, maka dibutuhkan berbagai terobosan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas lulusan pendidikan dasar melalui penciptaan kondisi yang menunjang terhadap ketercapaian proses belajar mengajar.

Untuk itu Tim Universitas Nusa Cendana (Undana), memberikan  pelatihan manajemen Sekolah Berbasis 3K (Kebun, Kantin dan Koperasi) kepada dua sekolah di Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang pada Jumad 28 September 2018 lalu.

Sekolah yang menjadi mitra program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah SD Inpres Bonen di Desa Baumata Utara dan SDN 2 Baumata Timur Desa Baumata Timur.

Kondisi empiris yang terjadi bahwa siswa pada sekolah-sekolah tersebut umumnya berasal dari latar belakang keluarga yang kurang mampu, sehingga orang tua tidak menyiapkan anak didik secara fisik dan mental yang baik untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Sementara sekolah memiliki potensi yang jika dioptimalkan dapat meningkatkan semangat belajar siswa. Misalnya, kebun sekolah yang belum dikelola secara baik, padahal komitmen dan perhatian pihak sekolah, minat orang tua dan kepedulian guru terhadap perkembangan usaha sekolah ini cukup besar.

Ir. Arnold Keban, M.Si mewakili Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Undana, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya Undana mengemban tugas Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dan penelitian melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berguna untuk mengentas persoalan-persoalan kemasyarakat.

“Program PKM  ini akan mendesain setiap sekolah memiliki kebun, kantin dan koperasi sekolah, sehingga menjadi model belajar siswa yang dimulai dari usia dini. Dengan demikian, selain mendapat materi pelajaran di kelas, para murid juga dapat melakukan kegiatan praktek lapangan, seperti budidaya tanaman di kebun dan pelajaran berkoperasi,” ungkap Arnold Keban.

Penyerahan secara simbolis bantuan peralatan untuk SDI Bonen

Lebih lanjut, Arnold Keban mengatakan, Program 3K dapat digunakan sebagai laboratorium belajar di lapangan untuk meningkatkan mutu pengetahuan peserta didik.

“Program Sekolah Berbasis 3K secara teoritis  mereduksi dunia ekonomi (struktur ekonomi) untuk disatukan dengan dunia pendidikan. Kebun merupakan representasi sektor pertanian (primer), Kantin atau dapur sekolah mewakili sektor industri (sekunder) dan koperasi menandai sektor jasa (tertier)”, jelas Arnold Keban.

Menurutnya, Tim PKM akan berupaya meningkatkan kapasitas kelembagaan bagi para pihak-pihak yang secara langsung terlibat dalam pelaksanaan Program 3K melalui pelatihan dan dilanjutkan dengan pendampingan selama enam bulan.

Kegiatan pelatihan manajemen sekolah berbasis 3K ini diikuti oleh para guru dan pihak komite sekolah. Program kemitraan masyarakat ini berupaya mensinergikan atau mengintegrasikan potensi-potensi yang dimiliki sekolah untuk mengembangkan model Sekolah Berbasis 3K (Kebun, Kantin dan Koperasi).  Kondisi Sehat, Cerdas dan Mandiri merupakan tiga dimensi utama yang dikembangkan untuk mengurangi angka kemiskinan oleh United Nation Development Program (UNDP) dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Adapun para narasumber yang terlibat dalam kegiatan pelatihan ini berasal dari dua fakultas di lingkungan Undana. Para narasumber dimaksud adalah Yohanes Demu, SE, MSA; Dr. Petrus E. de Rozari, Drs. Tarsisius Timuneno, M.Si; ketiganya berasal dari  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana; dan Drs. Hironnimus Jati, MS dan Drs. Bei Marselinus yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana.

Materi dalam pelatihan tersebut meliputi peran para pihak pelaksana yang terlibat dalam organisasi penyenggaraan Program Sekolah Berbasis 3K; manajemen usaha seperti pembuatan rencana dan anggaran, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan secara baik dan benar; proses pembukuan usaha sampai dengan penyusunan laporan keuangan secara baik dan benar. Selanjutnya tim akan melakukan pendampingan usaha untuk memastikan bahwa materi keilmuan yang dilatih  telah dipahami dan dipraktekkan untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan usaha.

Hasil dari penguatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan dan membangun sinergisitas berbagai pihak yang memberikan dampak perubahan secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Dengan demikian diharapkan upaya merealisasikan tujuan pendidikan sekolah untuk menghasilkan insan yang berkualitas di Kabupaten Kupang dapat berhasil dengan baik. (MBN01/***)