Perkuat Kinerja Birokrasi Lewat Motivasi 5Q

0
831

Metrobuananews.com | Kupang – Biro organisasi sekretariat daerah (Setda) pemerintah provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar seminar motivasi 5Q untuk memperkuat kinerja birokrasi.

Kepala Biro Organisasi, Setda Provinsi NTT, Ir. Ferdy J. Kapitan, M.Si, kepada Wartawan mengatakan, kegiatan motivasi 5Q digelar sebagai komitmen untuk menindaklanjuti program reformasi birokrasi yang pada hakekatnya bermuara pada budaya kerja atau perubahan pola pikir aparatur sipil negara (ASN) dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan adanya motivasi 5Q kita harapkan ASN untuk menyadari bahwa pada masing – masing pribadi memiliki potensi yang mungkin belum dibangkitkan dan dimanfaatkan”, kata Ferdy J. Kapitan, Kamis (27/9/2018).

Kepala Biro Organisasi, Setda Provinsi NTT, Ir. Ferdy J. Kapitan, M.Si.

Jika melihat grand design dan road map reformasi birokrasi, lanjut Kapitan, revolusi mental menempati urutan paling atas dari delapan (8) area.

“Karena itu perlu dibangun mental aparatur yang mau melayani dengan hati, tidak hanya cerdas tetapi arif dan ada kemauan untuk melayani dengan tulus”, jelas Ferdy J. Kapitan.

Sementara itu, Master 5Q, Ahmad Junedi Cajna M.T, dalam pemaparannya terkait materi 5Q karya Grand Master 5Q, Gb Weking, dengan lantang mengatakan kesadaran merupakan hakikat keberadaan manusia yang tertinggi dimana sifatnya kekal, tidak berbentuk dan mengisi kekosongan.

“Kesadaran paling utama semestinya berangkat dari rohani, kemudian ke arah pengembangan jiwa, hati, nalar dan ke arah kekuatan atau pati, semua harus seimbang sehingga dapat menghasilkan perbuatan yang baik yang dapat diimplementasikan dalam kehidupat sehari – hari, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat”, urai Master Junedi.

Menurutnya, kesadaran rohani pada dasarnya dikenali dan dirasakan,  sehingga harus dimulai dengan Niat yang tulus, tidak butuhkan pengetahuan dan konsep apapun.

“Orang sering merasa galau dan dalam masalah berat karena kurang mengenali dirinya sendiri. Karena itu jika bapak ibu mengalami masalah yang tidak terselesaikan, heningkan diri dan masuk ke dalam roh, niscaya ada solusi dari persoalan tersebut”, terang Master Junedi.

“Sesuatu yang negatif biasanya berakhir dengan penyesalan karena kita tidak menyadari diri kita saat melakukan kesalahan tersebut”, imbuhnya.

Suasana meditasi

Dalam seminar tersebut, Master Junedi mengajak peserta untuk sejenak hening sembari masuk ke dalam kesadaran rohani dengan cara bermeditasi.

Usai meditasi singkat yang dipimpin Master Junedi, para peserta menyampaikan berbagai hal yang dialami pada saat teduh.

Adrianus Resi misalnya, mengaku bingung saat meditasi karena menurutnya saat teduh malah Ia mengantuk.

“Saya coba melatih kesadaran diri saya tapi saat mengosongkan pikiran saya malah rasa ngantuk”, ungkap Adrianus disambut tawa peserta.

Berbeda dengan Adrianus, seorang ibu bernama Regina, mengaku sangat lemah saat mencoba masuk dalam kesadaran rohani.

“Yang saya rasakan ketidakberdayaan dan pasrah diri”, ungkap Regina.

Sementara seorang peserta lainnya, Gabriel, berpendapat bahwa suasana sangat berpengaruh untuk masuk kedalam pengenalan diri pada level roh.

Peserta seminar menyampaikan pertanyaan usai meditasi

Menanggapi beragam pernyataan tersebut, Master Junedi mengatakan butuh niat yang tulus untuk masuk dalam kesadaran rohani, tetapi jika merasa tak berdaya menunjukan bahwa seseorang telah mengalami kesadaran rohani.

Sedangkan jika seorang merasa mengantuk saat bermeditasi menunjukan bahwa fisik orang tersebut lelah sehingga butuh istirahat.

Mengakhiri seminar tersebut, Antonia L. Weking, putri semata wayang sang Grand Master 5Q, dalam closing statementnya mengutip pernyataan Winston Churcill seorang tokoh politik dan pengarang dari Inggris yang paling dikenal sebagai Perdana Menteri Britania Raya sewaktu Perang Dunia Kedua, mengatakan, “Apa yang Anda tahu tidaklah  penting tetapi apa yang Anda lakukan dengan apa yang Anda tahu itu jauh lebih penting”.

“Tangan kita jangan hanya ditaruh dibawah. Angkatlah… buatlah untuk bekerja dengan giat. Habiskan keringat kita dan raihlah hasilnya bagi Nusa Tenggara Timur Bangkit Menuju Sejahtera”, tutup Antonia disambut tepuk tangan gemuruh ratusan peserta yang hadir.

 

Mengenal 5Q Karya Gb Weking

5Q merupakan 5 komponen substansial  yang terikat satu sama lainnya dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia.

5 komponen tersebut sangat erat hubungannya dengan kesadaran karena dapat menggerakan badan dan proses kehidupan.

Sementara kesadaran memancarkan energi dalam bentuk kecerdasan.

Kelima komponen substansial pusat kecerdasan tersebut adalah :

  1. Kecerdasan otak (Nalar) / IQ : Intelegence Quotient.

  2. Kecerdasan hati (Nurani)/ HQ : Heart Quotient.

  3. Kecerdasan pusat (Kekuatan)/ RQ : Response Quotient.

  4. Kecerdasan Jiwa (Menjiwai)/ PQ : Psychological Quotient.

  5. Kecerdasan Roh (Rohani)/ SQ : Spirituality Quotient.

Kesadaran membawa kita pada keberuntungan dan keselamatan,  sehingga kesadaran dapat disebut  “Guru”.

Kesadaran 5Q bermula dari kesadaran rohani yang membentuk 4 kesadaran lainnya yaitu : Nalar, hati, pati, dan jiwa maka kita akan berubah menjadi diri yang terbimbing, terjaga dan  berkecukupan baik lahir dan batin.

 

 

Penulis : Nyongky