Nasabah Bank NTT Kecewa, Saldo Tabungan Raib Misterius

0
1607

Metrobuananews.com | Kupang – Eleonora Rambu Djoro, mahasiswi asal Sumba Tengah, seorang nasabah Bank NTT merasa sangat kecewa lantaran saldo tabungannya raib secara misterius.

Saya dikirim ayah, Rp 3,5 juta dan ibu Rp 2 juta untuk registrasi jadi total 5,5 juta. Saya tarik pertama 1,5 juta dan kedua juga 1,5 juta. Saat mau tarik ketiga tiba-tiba ATM terblokir,” ujar Eleonora kepada wartawan, Minggu (16/9/2018).

Menurut mahasiswa salah satu Universitas di Jogjakarta itu, ketika ATM nya terblokir, Dia bersama temannya memutuskan beralih ke ATM BNI namun tetap saja gagal, bahkan untuk cek saldo pun tak berhasil.

“Besoknya saya kembali ke ATM Bank NTT, saat cek saldo ternyata tinggal Rp92, saya kaget sekali, seharusnya saldo saya Rp2.5 juta”, jelas Eleonora.

“Jujur saya sangat kecewa dengan Bank NTT”, imbuhnya.

Dia mengaku belum melaporkan kejadian ini ke Bank NTT induk di Kupang karena masih terkendala kuliah. Dia berharap Bank NTT segera membenahi sistem IT nya, agar kejadian ini tak terulang karena akan berdampak buruk bahkan kepercayaan nasabah terhadap Bank NTT akan hilang.

“Kalau nasabah sudah tidak nyaman apalagi sampai kehilangan uang, yang jelas nasabah pasti tidak bertahan,” pungkas Eleonora.

Sebelumnya kasus ini menimpa, Alfridus Manuel Manek, nasabah Bank Nusa Tenggara Timur (NTT) asal Kabupaten Malaka. Manek mengaku uang tabungannya Rp 22 juta hilang. Kehilangan itu diketahui setelah pada 14 Februari 2018 lalu, Alfridus hendak mengambil uang di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Baumata, Kabupaten Kupang.

“Saat itu saya terkejut, karena uang dalam saldo saya bukan Rp 22 juta lagi, tapi kosong,” kata Alfridus kepada wartawan, Kamis (15/3/2018).

Alfridus kemudian menghubungi call centerBank NTT untuk konfirmasi. Ia mendapat informasi bahwa semua uangnya telah ditarik.

Tak puas menerima penjelasan itu, pada keesokan harinya, Alfridus kemudian mendatangi kantor Bank NTT untuk mengadu. Pihak bank lalu mencetak rekening koran milik Alfridus.

“Dalam rekening koran tercatat pada tanggal 12 Februari, uang saya diambil sebanyak dua kali, yakni lebih dari Rp 10 juta, tanggal 13 dan 14 sebanyak satu kali, sehingga uang saya sebanyak Rp 22 juta hilang,” katanya. (MBN01/OK/L6)