Etnis Toraja Ramaikan Pawai Kemerdekaan di NTT

0
1209

Metrobuananews.com | Kupang – Etnis Toraja se Kota Kupang yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Toraja (KKT), turut berpartisipasi dalam Karnaval HUT RI ke 73, yang diselenggarakan di jalan Eltari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/8/2018)

Dalam parade bernuansa budaya tersebut, putra – putri toraja di kota Kupang, tampil anggun dan mempesona dengan balutan busana adat khas Toraja dengan motif manik – manik, berbaur dengan masyarakat kota Kupang dari berbagai etnis dan budaya.

Hendrik Bantun, seorang putra Toraja yang sudah ‘mengakar’ di Kota Kupang, kepada awak media mengatakan, kehadiran etnis Toraja dalam karnaval tersebut merupakan bukti keterlibatan etnis Toraja dalam menjaga tolerasi antar etnis serta ikut melestarikan budaya Nusantara.

“Banyak sekali etnis yang mendiami NTT khususnya Kota Kupang, namun perlu diapresiasi karena persatuan tetap kokoh terjalin dalam keberagaman”, ungkap Hendrik.

Selain itu, lanjut Hendrik, keikutsertaan KKT dalam parade kemerdekaan menunjukan eksistensi etnis Toraja dalam menjaga dan melestarikan budaya dimana saja berada.

“Sebagai masyarakat berbudaya kita tidak boleh melupakan warisan leluhur, harus kita jaga karena itu merupakan salah satu kekayaan bangsa”, ujar Hendrik diplomatis.

Dia berharap, pemerintah provinsi NTT, secara rutin menggelar kegiatan bernuansa budaya sehingga memperkuat tali silaturahmi antar etnis dan budaya NTT lestari.

Sementara itu, Penjabat Gubernur NTT, Robert Simbolon dalam sambutannya saat membuka karnaval mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum ungkapan rasa syukur kepada Tuhan dan para pendiri bangsa.

Simbolon mengatakan, pihaknya sangat kagum melihat keanekaragaman budaya dari seluruh etnis di NTT dalam bebagai jenis pakaian adat.

“Satu kata tentang NTT selama 1 bulan saya memimpin,  yakni Amazing. Saya tidak pernah melihat hasil karya rakyat seindah NTT”, kata Simbolon.

Keragaman budaya NTT dalam parade kemerdekaan.

Dia berpesan agar masyarakat NTT tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, budaya dan etnis.

“NTT adalah kepingan Surga. Tujuan manusia berbuat dan beramal adalah mendapatkan surga. Namun sebelum sampai kesana, mari kita nikmati keindahan NTT dalam keberagaman, karena NTT merupakan karunia maha dasyat dari yang maha kuasa”, tutup Simbolon. (MBN01)