Di Meja Hijau, “Bos Edo” Menyesal Kasari Istri

0
1961

Metrobuananews.com | Kupang – Edy Rinaldy alias Bos Edo, pemilik rental mobil Edo, mengaku menyesal telah melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Meri Christina U. Shima saat mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kupang, Selasa (7/8/2018).

“Saya berjanji tidak akan kembali lagi ke ruang persidangan karena kasus KDRT”, ungkap Edo dihadapan jaksa dan hakim penuh penyesalan.

Ketika ditanya JPU soal kata-kata kasar yang dilontarkan kepada istrinya, Edo mengaku bahwa semua diungkapkan karena saat itu Dia sedang terbawa emosi.

“Saya terbawa emosi saja, saya bilang saya kasih mati lu, tapi itu karena emosi,” ugkap Edo.

Sementara korban (Istri Edo), ditanya penyebab Edo marah-marah sampai memukulnya, mengaku ketika itu pulang malam tanpa pemberitahuan bahwa dirinya sedang dari rumah sakit mengurus anak mereka yang sedang sakit.

Ketika Jaksa Penuntut Umum mengkonfirmasi kebenaran informasi yang disampaikan Edo jauh sebelumnya, bahwa dirinya dipukul karena jalan dengan lelaki lain, Meri membantah, Dia menjelaskan bahwa saat itu dia pulang larut malam yang bertepatan dengan malam Minggu karena baru saja dari rumah orang tuanya dan dilanjutkan dari rumah sakit mengurus anak mereka yang sakit.

“Tidak, saya hanya karena tidak informasikan saja kalau saya dari rumah sakit. Saya ke rumah sakit karena papa juga yang kasih tau saya bahwa anak kami sakit dan sudah di rumah sakit,” katanya lagi.

Dia mengisahkan bahwa atas kesalahpaman itu Suaminya (Edo)/naik pitam sehingga melakukan tindakan kekerasan terhadap dirinya.

“Saat kejadian saya dipukul dan didorong. Pipi bengkak dan tangan tergores. Awalnya sakit memang, sehingga saya lapor polisi. Ini baru pertama dia (Edo) pukul saya, selama ini paling bentak-bentak saja kalau marah,” kata Meri.

Kendati demikian, Meri mengaku telah memaafkan suaminya dan siap menerima kembali seperti awalnya sebab Dia menyadari apa yang dilakukan terhadap dirinya hanya karena emosi.

“Sudah satu bulan lebih kami hidup sama-sama kembali dan sepanjang ini kami baik-baik saja,” jelasnya.

Usai sidang, Penasehat Hukum, George Nakmofa, kepada media mengatakan, pada prinsipnya beda pidana KDRT dengan pidana lain, sehingga ini tetap disindangkan tetapi, karena ini berkaitan dengan kehidupan rumah tangga maka pihaknya berharap agar memberikan hukuman yang tetap menjaga keharmonisan rumah tangga mereka yang sudah kembali pulih.

Selanjutnya, sidang berikut diagendakan pada hari Selasa 14 Agustus 2018 mendatang. (MBN01/**)