Politik

Digandrungi Pemilih Milenial, Harmoni Dipastikan Menang di Pilgub NTT

Metrobuananews.com | Kupang – Hasil survey terbaru yang dilakukan Roda Tiga Konsultan (RTK) yang merilis elektabilitas Cagub dan Cawagub Pilkada Serentak 2018 menunjukan bahwa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Benny K Harman dan Benny A Litelnoni unggul atas 3 rival politik lainnya.

“Pada elektabilitas tertutup, Benny K Harman – Benny Litelnoni dipilih oleh 29,6% responden unggul signifikan dibandingkan Cagub – Cawagub lainnya. Pemilih yang belum menentukan yaitu 23,9%,” beber Direktur Data dan Riset RTK, Rikola Febri, di Bandung

Seperti dirilis media online merdeka.com, survey yang dilakukan oleh RTK terhadap empat provinsi di Indonesia antara lain, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dilakukan dari 28 Mei-2 Juni 2018 serta provinsi NTT 14-22 Mei 2018 dengan Responden berjumlah 1200, Margin of error 2,9% dan Quality Control 20%, menggunakan metodologi stratified systemic random sampling.

Terkait hasil survey dan animo pemilih milenial, Michael Bataona, pengamat komunikasi di NTT kepada awak media, Jumat (22/6/2018) menjelaskan bahwa secara rutin melakukan kampanye di media sosial dengan penyebaran berita – berita di media online, video dan gambar membuat paket Harmoni begitu digandrungi di kalangan pemilih milenial yang notabene mahasiswa.

“Harmoni dominan di kalangan pemilih yang mayoritasnya adalah mahasiswa. Dari data-data tersebut  bisa dibaca bahwa dari aspek personal branding, Harmoni punya beberapa kelebihan yang klop dan selaras dengan harapan para pemilih milenial”, terang Michael.

Lebih lanjut Michael menjelaskan, pemilih milenial itu berwatak anti mainstream. Mereka biasanya menolak ikut rame dan tunduk pada status quo atau paslon dengan gaya ortodoks dan ketinggalan zaman.

“Issu di udara, akan sangat menentukan arah limpahan suara atau eksodus suara hingga ke hari H. Saya kira di NTT, situasi ini sudah sangat nampak. Meskipun cukup sulit memetakan arah para pemilih milenial tapi hasil survey terakhir sudah bisa merekam kecenderungan tesebut”, jelas Dosen Ilmu Komunikasi Unika itu.

Michael mencontohkan, Jika awal tahun 2018 hasil survei LSI misalnya, mengunggulkan paslon Esthon-Cris, maka dalam survei terakhir oleh Prenial institut misalnya, justru mengunggulkan dua Paslon yang saling kejar dengan margin yang sangat tipis sekitar 9 persen saja, yaitu Harmoni dan Viktory-Joss.

Bahkan menurut Michael, sebuah survey internal di salah satu Universitas terbesar di NTT,  mayoritas mahasiswa yang adalah pemilih milenial justru memilih Paket Harmoni.

“Kita juga bisa membaca bahwa, dari Empat Paslon yang turun bertarung, survey terakhir sudah memetakan bahwa pemilih milenial di NTT ternyata suka pada paslon yang aktif bermedia sosial dan bergaya kekinian”, katanya.

Menurutnya, kandidat yang dipersepsikan paling berprestasi, cerdas, berwawasan luas, anti korupsi, dan bersih akan mendapat dukungan bahkan limpahan suara signifikan dari pemilih milenial yang belum punya pilihan hingga saat ini.

Jika kondisi tersebut dipertahankan hingga hari H, Harmoni dipastikan akan memenangkan perhelatan politik di pilgub NTT, tanggal 27 Juni mendatang. (MBN01)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top