Politik

Ribuan Petani Rebutan Formulir Saat BKH Luncurkan KPS di Kabupaten Kupang

Metrobuananews.com | Kupang – Kartu Petani Sejahtera (KPS) kian mendapat simpati para petani.

Rupanya “Si kecil Sakti” yang diluncurkan Calon Gubernur NTT, Benny K Harman di Kabupaten Kupang, Selasa (12/6) begitu dirindukan para petani.

Kerinduan itu nampak jelas saat 2000 petani yang hadir dalam acara lounching KPS, berebutan memperoleh formulir pendaftaran.

“Kami semua yang hadir ini ingin mengisi formulir KPS. kami sangat membutuhkan program itu karena bisa mensejahterakan kami petani”, ungkap Yuni Ame, seorang petani yang antri untuk memperoleh KPS.

Menurutnya, petani saat ini bosan mendengar ocehan para politisi yang menjanjikan angin surga.

“Kami butuh program yang nyata dan berpihak pada petani, bukan mimpi bersaing dengan negara tetangga, sekolah di Amerika dan sebagainya,  kami ini petani pak”, pungkas Yuni.

Sementara Benny K. Harman dalam dalam orasinya menjelaskan, 85 persen dari total 1,2 juta penduduk miskin di NTT adalah petani.

Karena itu jelas BKH, jika ingin menyelesaikan masalah kemiskinan di NTT, maka petani harus diberi perhatian khusus.

“85 persen dari total 1,2 juta penduduk miskin di NTT adalah petani. Dengan rata-rata pengahasilan 6 juta pertahun, 500 ribu perbulan, dan 17 ribu perharinya”, terang BKH.

Dengan penghasilan yang kecil itu, lanjut BKH, keluarga petani diperhadapkan dengan berbagai persoalan seperti gizi buruk, tidak mampu menyekolahkan anak, tidak bisa membayar yuran BPJS, hingga terpaksa bekerja ke luar negeri tanpa keahlian yang berakibat pada kematian TKW/TKI secara mengenaskan di luar negeri.

“Kartu petani sejahtera (KPS) adalah solusi yang tepat untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat NTT selama ini. Pilih Harmoni nomor tiga, maka bapa mama akan mendapatkan manfaat KPS ini”, ujar BKH

Pada kesempatan itu BKH mejelaskan manfaat kartu petani sejahtera (KPS).

Berikut 6 manfaat pokok KPS yang digagas paslon Harmoni,

  1. Keluarga tani mendapatkan bantuan modal maksimal 10 jt untuk biaya produksi dan tunda jual panen,

  2. Keluarga tani mendapatkan pelatihan gratis di BLK,

  3. keluarga tani mendapatkan subsidi pembelian pupuk, bibit, dan pakan ternak,

  4. Keluarga tani mendapatkan jaminan pembelian hasil pertanian bekerjasama dengam BUMD,

  5. Keluarga tani mendapatkan asuransi gagal panen,

  6. Keluarga tani golongan tidak mampu mendapatkan beasiswa untuk anak-anak petani tingkan SMA, SMK, dan sederajat. (MBN01)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top