Politik

Kartu Petani Sejahtera Bikin Gemas, “Lawan” Cemas?

Metrobuananews.com | Kupang – Sejak diluncurkan ke publik Nusa Tenggara Timur (NTT), Kartu Petani Sejahtera (KPS) merebut simpati dan membuat para petani menjadi gemas, ingin secepatnya menikmati manfaat “kartu sakti” milik paket Harmoni itu.

Namun tak bisa dipungkiri, ada juga yang mencibir, seakan tidak senang dengan program yang peduli terhadap kaum papah yang mayoritas adalah petani.

Miris, ada yang berkomentar di media sosial jika kartu petani sejahtera tidak realistis.

Menyikapi berbagai gejolak di publik, calon wakil gubernur NTT, Benny A Litelnoni, saat berdialog dengan masyarakat di wilayak kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Selasa (12/6/2018), mengingatkan para petani agar tidak terpengaruh dengan “kicauan sirik” bernada sumbang yang dihembuskan para haters paket Harmoni.

“Program kami bukan program diatas langit tetapi program yang merakyat” ungkap Litelnoni.

“Jika berbicara meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka yang perlu kita tingkatkan adalah kesejahteraan petani, bukan kaum borjuis, karena 85% penduduk miskin adalah petani”, imbuhnya.

Karena itu, lanjut Litelnoni, paket Harmoni menyediakan program khusus untuk petani,  yakni kartu petani sejahtera. Kartu ini memiliki 6 manfaat.

“1. Keluarga petani mendapatkan bantuan modal maksimal Rp.10 juta untuk biaya produksi dan tunda jual panen, 2. Keluarga petani mendapatkan pelatihan gratis di BLK, 3. keluarga petani mendapatkan subsidi pembelian pupuk, bibit, dan pakan ternak, 4. Keluarga petani mendapatkan jaminan pembelian hasil pertanian bekerjasama dengam BUMD, 5. Keluarga tani mendapatkan asuransi gagal panen, 6. Keluarga tani golongan tidak mampu mendapatkan beasiswa untuk anak-anak petani tingkan SMA, SMK, dan sederajat”,  urai Litelnoni.

Dia menjelaskan bahwa KPS juga bermanfaat bagi Nelayan, Peternak dan juga para pengusaha kecil seperti kelompok usaha kerajinan tangan dan lainnya.

Mendengar penjelasan cawagub Benny Litelnoni, P Manu, seorang tokoh masyarakat Desa Kalale, mengatakan petani sangat gembira mendengar program yang diluncurkan paket nomor urut 3.

“Ini adalah program yang kami tunggu – tunggu, kami sangat setuju sekali dengan program bapak, kami sebagai petani akan berjuang untuk memenangkan paket Harmoni agar program yang bagus ini bisa dijalankan”, tegas Manu.

Senada, Yunus Pahanael, mengatakan program paket Harmoni khusus KPS harus didukung jika ingin NTT bebas dari kemiskinan.

“Harmoni menang biar rakyat sejahtera. Kami disini rata – rata petani, dan  sawah kami tadah hujan karena itu kalau bapak sudah menang saya mohon tolong bantu kami bendungan”, pintanya.

Sementara, Melkisedek Tanesik dan Melkianus Bailobang, warga Desa Tuakau, mengungkapkan kegembiraan mereka dikunjungi cawagub Litelnoni.

“Kami sangat gembira,  dari tahun ke tahun tdk ada gubernur yg datang ke kampung kami, tapi hari ini wakil gubernur kunjungi kami dengan program yang sangat membantu petani”,  ujarnya.

Dia berjanji akan bekerjasama dengan warga setempat untuk memenangkan paket Harmoni

Pernyataan diatas hanyalah suara segelintir orang mewakili ratusan ribu petani yang telah mengisi formulir guna memperoleh KPS. (MBN01)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top