Karya Mendunia, Jhon Seo : Kualitas yang Utama, Bukan Kartu Kompetensi

0
467

Metrobuananews.com | Kupang – Nama Johanes Seo sontak menjadi perbincangan publik lantaran karya jurnalistiknya mendunia.

Jhon, begitu sapaan akrabnya, mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui sebuah karya besar hasil investigasinya yang dipublikasi di majalah Tempo beberapa waktu lalu.

Dalam investigasi itu, Jhon berhasil membongkar sindikat penjualan orang (Human Trafficking) jaringan Indonesia – Malaysia.

Bukan sebatas tulisan biasa, karya jurnalistik berkualitas tinggi itu akhirnya menyeret bandar besar penjual orang (Cukong) di negeri Jiran Malaysia, meringkuk dalam penjara.

Tanpa diduga, Karya investigasi itu masuk nominasi SOPA Award (Masyarakat Penerbit di Asia), sehingga suami dari Ny. Agustina Lamak ini bakal menerima penghargaan di Hongkong. Wow, menakjubkan.

Redaktur Investigasi Majalah Tempo, Bagja, saat menyampaikan materi dalam Workshop investigasi di Kupang, Senin (21/5/2018) mengatakan, NTT harus bangga karena salah putra terbaik NTT mampu menghasilkan karya yang luar biasa.

“Karya pak Jhon masuk nominasi tingkat Asia,” katanya.

Sementara Jhon kepada awak media mengatakan, untuk menjadi seorang wartawan investigasi butuh kesabaran dan keberanian.

“Sewaktu – waktu nyawa bisa jadi taruhan,” ujar pria yang memulai debut kariernya di dunia jurnalistik sejak tahun 2002 itu.

Lebih lanjut, Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kupang ini, menghimbau agar para jurnalis di NTT terus berkarya agar menghasilkan karya yang baik dan berkualitas.

“Yang diutamakan adalah kualitas tulisan kita, bukan seberapa banyak kartu kompetensi yang kita pegang,” tegas Jhon.

Kendati berada di puncak kesuksesannya sebagai seorang wartawan, tidak kemudian membuat Jhon besar kepala dan arogan. Dia tetap rendah hati, bahkan selalu berbagi ilmu dengan para juniornya.

“Ilmu jika dibagi, niscaya akan bertambah”,  pungkas Jhon bijak. (MBN01)