Fatubesi Menggeliat, Saul Jukeni : Nomor 3 Angka Keramat, Pasti Menang

0
222

Metrobuananews.com | Kupang – Aroma kemenenagan paket Harmoni makin terasa. Dukungan untuk paket nomor urut tiga ini semakin menggeliat di setiap penjuru NTT.

Mulai dari masyarakat petani di pelosok hingga para pedagang kaki lima dan pengusaha kawakan di wilayah perkotaan, semua sepakat untuk memenangkan pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur NTT, Benny K Harman dan Benny A Litelnoni.

Di Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, sebagian besar warga meyakini bahwa angka 3 mengandung makna religius yang sangat sakral bagi umat Kristiani.

“Nomor 3 itu angka keramat, Harmoni pasti menang. Menurut keyakinan kami tiga sama dengan, “Bapa,  Anak dan Roh kudus”, ungkap Saul Jukeni  saat bertatap muka dengan cawagub Benny Litelnoni, Kamis (10/5/2018).

Menurut Saul, untuk membangun NTT, dibutuhkan orang yang bersih, jujur, cerdas dan profesional, serta miliki moralitas yang baik.

“Kriteria itu hanya kami temukan di paket Harmoni, saya yakin Tuhan yang mengutus bapak berdua untuk menyelamatkan masyarakat NTT dari himpitan kemiskinan”, ujar Saul disambut tepuk tangan ratusan warga yang hadir.

Saul memastikan bahwa paket Harmoni akan menang pada tanggal 27 juni mendatang.

Dia berpesan agar jika terpilih nanti, paket harmoni wajib memperhatikan masyarakat kecil.

“Nasib kami orang keci ini, kami titipkan di tangan paket Harmoni. Saya hanya orang kecil, hanya pedagang kecil tetapi saya pastikan Harmoni menang di Fatubesi. Apabila bapak berdua terpilih bapak harus mendengar aspirasi orang kecil”, tandas Saul optimis.

Yane Tallo Pelle, seorang tokoh perempuan di Fatubesi meminta perhatian paket Harmoni terkait maraknya kasus perdagangan orang di NTT.

“Kasus human trafficking kian menjamur, tolong diperhatikan jika bapak berdua terpilih nanti”, pinta Yanne.

Menyikapi harapan itu,  Cawagub Benny Litelnoni mengatakan, untuk menangani kasus human trafficking perlu diketahui akar persoalannya.

“Salah satu penyebab masalah human trafficking adalah kurangnya lapangan kerja dan ketrampilan angkatan kerja kita,  karena itu kami memiliki program untuk melatih semua angkatan kerja di BLK agar terampil dalam bekerja serta mampu menciptakan peluang dan lapangan kerja, setelah itu kami buka akses ke bank sehingga mereka bisa memperoleh pinjaman tanpa agunan, untuk mengwmbangkan usaha mereka”, tegas Litelnoni.

Selain itu, menurut Litelnoni,  saat ini sudah ada satgas human trafficking, namu disadari bahwa belum begitu maksimal, karena itu dia berjanji,  jika terpilih nanti, paket Harmoni akan meningkatkan funsi satgas human trafficking. (MBN01)