Kasus Pembatalan Ijazah STIKES, Ombudsman : Jangan Korbankan Alumni

0
365

Metrobuananews.com | Kupang –  Kepala perwakilan Ombudsman RI perwakilan NTT, Darius Beda Daton, SH,  menyerukan agar pihak – pihak yang terkait dengan pembatalan ijazah alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Surabaya memikirkan nasib para alumni dan tidak mengorbankan para sarjana dari lembaga pendidikan tersebut.

Pernyataan tersebut menanggapi pemberitaan yang berkembang di berbagai media mengenai pembatalan ijazah alumni Stikes Surabaya sebagaimana Surat Keputusan Nomor 189/STIKES-S/P.09/XI/2017 tentang Pembatalan Ijazah Wisudawan/wati Sekolah Tinggi Kesehatan Surabaya Tahun 2013, 2014, 2016 tanggal 25 November 2017, dan surat Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahaun Teknologi dan Perguruan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi RI nomor 288/C-C5/KL/2018 tanggal 18 Januari 2018 perihal Pembatalan Ijazah Lulusan STIKES Surabaya, yang kemudian disusul dengan dikeluarkannya surat Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT nomor BKD.013.1/I/073/PP-PF/2018 kepada Bupati/Walikota se-Provinsi NTT mengenai pembatalan ijazah alumni Stikes Surabaya tanggal 30 januari 2018.

Karena itu,  menurut Darius Beda Daton, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT melalui saluran OMBUDSMAN MENDENGAR merencanakan pertemuan dengan beberapa pihak terkait.

“Dalam waktu dekat kita akan bertemu dengan Stikes Surabaya Cabang Kupang, BKD Provinsi NTT, Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Akademisi, DPD Persagi NTT, dan DPW PPNI NTT untuk membahas persoalan bembatalan ijazah alumni STIKES Surabaya”,  ungkap Darius.

Dia berharap, dalam pertemuan tersebut dapat dirumuskan jalan keluar yang tidak merugikan masyarakat NTT khususnya mahasiswa dan para alumni STIKES Surabaya.

“Hasil pertemuan nanti akan menjadi dasar pertimbangan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT dalam melakukan tindakan selanjutnya”,  tegas Darius. (MBN01)