Tak Perlu Risau Ke Outlet Subasuka, Sistem Pengamanan Jamin Kenyamanan Customer

0
1664

Metrobuananews.com | Kupang – Pemimpin Utama Outlet Subasuka, Briando Pribadi Gotama, menghimbau agar masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Kota Kupang, tidak perlu risau berbelanja di Subasuka. Pasalnya, sistem pengamanan yang diterapkan di Outlet tersebut, pada hakekatnya menjaga kenyamanan customer dari hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Terkait insiden yang terjadi, Senin (14/2/2018) malam terhadap Vino, Joki, Vian warga Sumba Barat Daya yang dicegat Satpam Subasuka Kupang, ketika hendak pulang usai membeli dua (2) buah boneka karet jenis Rusa, Brian mengatakan, hal tersebut hanya merupakan kesalahpahaman dan security sudah berulang kali meminta maaf kepada yang bersangkutan.

“Setelah kami cek CCTV ada satu Boneka yang struk pembayarannya secara tidak sengaja sudah dicopot, dan karena security melihat tidak ada struk pembelian maka, Dia menjalankan tugasnya sesuai sistem yang kami terapkan di sini, yakni mengecek apakah sudah dibayar atau belum”, jelas Brian mengklarifikasi pemberitaan media ini sebelumnya, tentang ketidaknyamanan customer yang dicurigai maling.

Cashier

“Saya sudah ingatkan Security, walaupun kamu (Security-red) melaksanakan tugas sesuai sistem kita tapi kalau ada pelanggan yang merasa tersinggung, harus minta maaf”, imbuhnya.

Menurut Brian, pihaknya memaklumi jika seluruh masyarakat NTT, khususnya kota Kupang belum bisa seutuhnya menerima sistem pengamanan yang diterapkan di Outlet Subasuka tetapi pihaknya akan terus mensosialisasikan hal tersebut agar tidak ada yang merasa terancam dengan sistem pengamanan tersebut.

Di tempat yang sama, Komisaris Utama, Don Putra Gotama, mengatakan, pihak manajemen Subasuka tidak serta merta menerapkan sistem security yang mungkin berbeda dengan tempat lain karena menurutnya, sistem penjualan display yang diterapkan, dimana barang dihampar dan customer bebas mengambil tanpa diawasi, baru ada di Subasuka.

“Jujur saya mau katakan bahwa selama ini setiap hari ada saja 2 – 3 peristiwa tidak menyenangkan yang dialami Subasuka, namun demi kenyamanan customer, kami tidak menggubris itu, tetapi kami sikapi dengan menerapkan sistem pengamanan ala Subasuka, seperti penitipan tas, jaket dan helm secara gratis, sehingga pengawasan dapat dilakukan secara baik”, jelasnya.

Tempat penitipan barang

Menurut Dia, sistem pengamanan dengan menitipkan semua barang bawaan kecuali barang berharga,  tidak bermaksud “menelanjangi” Customer.

“Kami tidak menuduh Customer macam-macam,  tetapi jujur ada kejadian tidak mengenakan yang terjadi di Subasuka dan hampir setiap hari, karena itu kami terapkan sistem itu, kami mohon agar masyarakat bisa memahami ini, kami sama sekali tidak punya niat buruk”, tandasnya.

Dia berharap, masyarakat tidak tersinggung dan merasa risih dengan sistem pengamanan di Subasuka, karena tak sedikitpun terbersit niat pihak manajemen untuk mengganggu kenyamanan berbelanja Customer.

“Kami hadir di kota Kupang untuk membantu masyarakat NTT, bukan untuk menyusahkan, silahkan dibuat perbandingan, Subasuka menjual barang berkualitas dengan harga yang relatif murah yang bisa dijangkau oleh masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah”, ujar Don.

Para karyawan sedang merapikan barang

Selain itu, karyawan yang dipekerjakan di Outlet Subasuka Kupang semuanya berasal dari NTT bukan dari pulau Jawa atau pulau besar lainnya di Indonesia.

“Kami punya 300 orang karyawan, paling banyak orang Kupang dan Rote”, jelasnya.

Bahkan menurutnya, untuk meningkatkan kualitas dan kinerja para karyawan, setiap tahun manajemen Subasuka memberangkatkan 50 orang ke Jawa untuk studi banding sekaligus berlibur.

“Kami tanggung semua biaya, tiket, penginapan bahkan uang saku kami berikan. Tahun ini sekitar 70 orang akan kami berangkatkan, dan itu sekitar bulan maret atau april”, terangnya.

Hal tersebut, lanjutnya, merupakan sebuah komitmen dan niat mulia untuk membantu masyarakat NTT. (MBN01)