Pemerintahan

Puluhan Hektare Sawah di Batulilok Hancur Diterjang Banjir, Pemerintah Diam?

Metrobuananews.com | Rote – Puluhan hektare lahan persawahan di desa Batulilok, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, hancur berantakan diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu. Mirisnya hingga saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao.

Kepala Desa Batulilok, Suwarto, melalui sekretarisnya, Dobri Pello, kepada awak media mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan laporan kepada pemerintah sehari setelah bencana tersebut terjadi.

“Laporan saya sama pak kades (Kepala Desa – red) sudah masukan ke pemda, tembusan BPBD Kab.Ronda, DPRD, Dinas PU dan Camat Pantai Baru, namun sampai hari ini belum ada tanggapan”, jelas Dobri, kepada awak media via pesan WhatsApp-nya, Minggu (18/2/2018).

Dijelaskan pula, bukan hanya lokasi persawahan yang rusak tetapi satu-satunya bendungan yang menjadi harapan masyarakat yakni bendungan Moresa juga hancur diterjang banjir.

“Lahan persawahan dikikis habis, bendungan juga hancur, dan jalan yang menghubungkan dusun Bodafuan dan Batulilok putus total, anak sekolah dan guru kewalahan ke sekolah”, imbuhnya.

Pengeluhan yang sama disampaikan seorang tokoh masyarakat desa Batulilok, Marthinus Saudale.

Menurut Marthinus, lokasi persawahan Moresa merupakan satu-satunya harapan masyarakat desa Batulilok, karena itu Dia berharap pemerintah segera “turun tangan” mengatasi persoalan tersebut.

“Ini masalah perut rakyat, dan itu juga tugas Bapak-bapak sebagai pemerintah, kalau tidak bisa urus maka berhenti saja, masa sampai hari ini belum ada tanggapan padahal kepala desa bilang sudah lapor bulan lalu”, ujar Marthinus geram.

Warga Desa Batulilok bergotong-royong memperbaiki jalan yang rusak

Dia berharap, masalah sawah yang rusak yang berakibat pada gagal tanam dan gagal panen, bendungan yang rusak serta jalan yang putus segera ditangani pemerintah.

Sebagai upaya penanggulangan darurat, pemerintah desa Batulilok bersama masyarakat bergotong-royong memperbaiki jalan semampunya  agar bisa dilewati anak-anak sekolah dan guru-guru. (MBN01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top