Breldy Lerrick, Model Cantik TCP Punya Impian Jadi Polwan

0
192

Niat gadis manis kelahiran Kupang, 2 April 2002 ini menjadi Polwan terinspirasi dari Orang tua dan keluarga yang ternyata berprofesi sebagai Anggota kepolisian Republik Indonesia.

“Papi, dan kakak semua polisi juga..so pengen jadi polisi untuk dapat mengayomi masyarakat yang membutuhkan bantuan”, tutur Breldy.

Breldy, begitu Ia akrab disapa, mulai menunjukan kemampuannya ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, Ia sudah mulai menggeluti dunia sastra dengan tulisan-tulisan nyentriknya.

“Waktu SMP setiap minggu saya menulis puisi trus di publikasi di media massa”, kenang Breldy.

Buah Cinta dari Christian Lerrick dan Frida Radja Lerrick ini, di usianya yang masih sangat belia sudah mengukir berbagai prestasi di bidang modeling.

Tahun 2014 Ia menyambet  medali emas sebagai the best prestasi pada ajang Keren Beken di Jakarta dan, tahun 2015 Runner up II smart model look indonesia dari 28 provinsi di Bali dan pada tahun yang sama mendapatkan medali emas sebagai top 5 indonesian model@hunt2015 dari 28 provinsi di jkt.

Selain prestasi tersebut, Gadis yang masih mengenyam pendidikan di SMAN 2 Kupang pada kelas 11 ini pernah menjuarai berbagai lomba di kota Kupang, diantaranya, The winner Brand Ambassador NTT, The winner Brand ambasaador ramayana  mall kupang NTT 2014, ketua forum anak kota kupang, dan pernah 20 kali juara 1 dalam setiap lomba fashion show di kota kupang.

“Saya juga pernah ikut shooting video clip, sinetron, ftv dan layar lebar, juga pernah dipercaya menjadi  juri sebanyak 6 kali di ajang bergengsi di kupang dan Jakarta bersama beberapa artis”, ungkap Breldy mengurai senyum.

Breldy sang peri tak bersayap, saat ini berprofesi sebagai model pada management Timor Creative People (TCP), dibawa asuhan Erwin Yuan. Menurut Erwin, Breldy adalah sosok yang sopan dan dengar-dengaran.

“Anak ini cerdas, mau dengar dan ikutin apa yang aku ajarin, kedewasaan berpikir dan bertindak melebihi umurnya”, puji Erwin.

Walau segudang  prestasi telah diraih, namun gadis blasteran Belanda, kisar Sabu, Arab, ini tak sedikit pun angkuh, selalu rendah hati dan suka menolong.

“Hidup hanya sekali, tidak perlu sombong untuk terlihat hebat, justru dengan sikap yang rendah hatilah kita akan terlihat lebih berwibawa dan lebih hebat”, tandas Breldy. (MBN01)